“Inilah saya bagi
keluarga dan kontribusi yang telah, sedang dan akan saya berikan untuk
Indonesia” (Beasiswa Bazma Pertamina)
Saya bernama Alif Fauzan Rachmat, saya lahir di Kabupaten Kuningan, tanggal 09 Desember 1998 adalah hari dimana
saya dilahirkan. Saya adalah anak pertama dari 2 bersaudara.
Sejak kecil saya tinggal dan dibesarkan bersama seorang adik
oleh kedua orang tua saya beserta kakek dan nenek dari keluarga ibu.
Riwayat Pendidikan saya dimulai dari SDN 1 Sampora pada tahun 2005-2011 dan dilanjutkan SMPN 1 Cilimus dan melanjutkan ke sekolah terbaik di kota Cirebon yaitu SMAN 2
Cirebon dan dengan penuh rasa syukur saya diterima di Perguruan tinggi yaitu Universitas diponegoro dengan jurusan S1 Teknik
Perkapalan sampai saat ini.
Tepat Diusia saya yang mulai memasuki masa transisi dari
masa remaja ke arah dewasa banyak hal yang telah saya lalui dan banyak
pengalaman yang bisa menjadi pelajaran untuk dapat membangun personalitas yang
diharapkan dapat membentuk kepribadian yang unggul dan lebih baik.
Namun kepergian nenek, kakek, dan ayah ketika saya menginjak
17 tahun adalah hal terberat yang harus saya terima dengan lapang dada. Kepergian
ketiga orang terpernting dalam hidup saya dalam kurun waktu yang berdekatan tentunya
membuat kesedihan yang cukup mendalam untuk saya, adik dan ibu.
Sejak saat itu, kami tinggal bertiga dan sesekali nenek dari
ayah menginap di rumah dan hal itu terus berlanjut sampai sekarang. Dan sejak
saat itu, saya harus belajar untuk menjaga dan melindungi keluarga sejak ayah
meninggal dunia.
Saya sekarang sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa
S1 Teknik Perkapalan 2017 Universitas Diponegoro. Dan adik saya menempuh
pendidikan di tingkat menengah atas. Usia saya dan adik terpaut 3 tahun.
Sehari-hari ibu bekerja sebagai guru TK di sebuah TK di desa saya sebagai
guru honorer tetapi sudah mendapat sertifikasi, ia mulai bekerja sebagai guru TK sejak tahun 2004. Sejak ayah meninggal
ibu lah yang menjadi tulang punggung kami. Ayah dulu bekerja sebagai Guru Pendidikan
Agama Islam di SDN Bunigeulis.
Keluarga kami kadang menerima orderan pembuatan undangan, label
cap kasur spring bed, ataupun sound system, dan alhamdulillah masih berjalan
sampai sekarang.
Sajak kepergian ayah saya berpikir untuk bisa menjadi kakak
yang baik untuk adik saya dan anak yang baik bagi ibu, dan tidak menyusahkannya.
Dikeluarga kecil kami, saya baru sebatas membantu pekerjaan
yang dipikul oleh ibu, ketika libur perkuliahan, saya membantu memotong kain
cap kasur, membuat desain, ataupun mencetak pesanan undangan tertentu. Tidak
banyak yang bisa saya lakukan, tetapi dengan cara ini diharapkan bisa mengurangi
beban yang dipikul oleh ibu saya.
Karena saya sadar, biaya kuliah dan biaya hidup cukup besar. Saya mencoba daftar "Beasiswa Bazma Pertamina" yang diharapkan bisa membantu meringankan biaya yang dipikul orangtua saya, serta bisa membangun personalitas yang saya agar bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Di lingkungan kampus, saya tidak ingin menyia-nyiakan
kesempatan saya untuk berkuliah. Saya berusaha untuk menjadi mandiri dan berusaha
serius dengan peruliahan yang sedang saya tempuh.
Saya mencoba berkontribusi untuk Indonesia..
Saya mencoba untuk mencari pengalaman ketika berkuliah, saya
mencoba menjadi pengurus BEMFT di tahun 2018, dan Al-Fatih Remaja masjid Kampus
Undip walau saya berhenti ditengah jalan, lalu saya menjadi pengurus Himpunan
di jurusan, dan pengurus di Club Hydromodelling perkapalan (Hydrotech). Karena saya yakin,
dengan saya menjadi bagian dari organisasi saya bisa belajar lebih, dan bisa
bermanfaat untuk saya dan indonesia.
Di tahun 2018, saya mendapat kesempatan dan bergabung dengan
TIM riset Perkapalan bernama Ksatria Hydros sebagai volunteer dan menjadi
anggota tim untuk mengikuti Hydrocontest 2018 yaitu Kontes Prototype Kapal yang
dilaksanakan di Prancis. dan alhamdulillah tim kami bisa berangkat walau hanya
beberapa anggota. Dan di tahun ini kami akan terus berinovasi dan mengikuti kompetisi lainnya.
Di tim ksatria hydros banyak hal yang saya pelajari terutama
dalam pembuatan kapal dan hal itu sesuai dengan bidang keilmuan yang sedang
saya tempuh, saya diajarkan bagaimana membuat prototype kapal.
Dengan ilmu yang saya dapat dari Tim Kstaria Hydros, saya mencoba
mengikuti kompetisi MME NE 2018 (Mechanical and Marine Engineering Exposition) di Univesitas Indonesia
dan alhamdulillah bisa berhasil finish kedua di kategori race.
Saya mencoba untuk berusaha mengukir prestasi disetiap hal
yang saya sukai, dan saya harap dengan bidang keilmuan yang saya pelajari bisa berkontribusi lebih dan bisa membangun Indonesia terutama di sektor Perkapalan dan teknologi.


